Cari Blog Ini

Jumat, 03 Juni 2011

NEW GENERATION OF MARKETER (NEW MARKETER)By Majalah Marketing

Pemimpin baik CEO, CMO harus maklum pada kondisi pasar yang terjadi. Gaya kepemimpinannyapun harus adaptif
Pemimpin harus mnjadi generasi baru, adaptif, mampu terkoneksi secara cepat dengan konsumen maupun bawahan, dan kreatif.

APA YANG TELAH TERJADI PADA YG SERBA KOMPETITIF?

1) Pasar yang terintimidasi menjadi pasar yang terkolaborasi.
Dimana dulunya konsumen diintimidasi oleh pesan-pesan penjualan satu arah. Mereka diserang secara membabi buta oleh merek.
Kini, mereka harus diperlakukan dua arah. Perusahaan harus aktif mengajak konsumennya mencintai produk & mereknya.
Mereka herus terlibat di Twitter & Facebook. Bertukar informasi, memberi masukan bahkan berinovasi untuk produk kita.

2) Pasar sudah alami pergeseran, dari "product oriented" jadi "value oriented". Pasar tidak lagi mau beli produk saja tapi "the whole package".

Konsumen butuh "after sales service" yang baik, pengalaman baru dari produk dan akses untuk bisa perluas cakrawala mereka yg baru. Karenanya, produk tersebut harus memiliki aliansi yang kuat dengan produk atau jasa lain utk memperbesar value-nya.

3) pasar sudah bergeser dari " low digital involvement society" menjadi "high digital involvement society."

Ada 180 juta pengguna ponsel & 40 juta pengguna internet. Perusahaan harus memikirkan pendekatan digital untuk dekat dengan konsumen.

4) Pasar tidak lagi bergerak secara linier. Mereka bergerak dalam lompatan yang tidak terduga sebelumnya. Produk memiliki life cycle yang pendek.

Mereka harus ikut mengobservasi dan bersama2 tim menyimpulkan untuk mengambil keputusan secara tepat
Mereka harus siap menenteng tasnya sendiri & ikut turun ke bawah. Berbicara kepada publik & pers serta lebih "narsis".

Di era digital pemimpin harsu memanusiakan bawahannya. Ini karena ide2 besar & brilian bisa saja bermunculan dari bawahan.

TREN PEMIMPIN KEDEPAN:

Tren dimasa mendatang akan bermunculan "pemimpin muda" yang lebih adaptif & inovatif. Mereka mengubah birokrasi menjadi organisasi kreatif.
Mereka harus menjadi "kolaborator" yang baik pula antara konsumen dengan karyawan. Mendorong agar bawahan selalu dekat dg pasar.
Mereka harus bisa mendorong bawahanya agar terus menggali gagasan & ide dari para konsumen.

Nah, jika anda pemimpin apakah anda tipe pemimpin yang ingin meremajakan diri, atau digantikan oleh mereka yg muda?

Sabtu, 28 Mei 2011

Masyarakat jangan apatis....anda punya 1 suara untuk menentukan pemimpin terbaik....

Diperlukan suatu gerakan penyadaran politik pd masyarakat agar melek informasi...dan bisa memilih yg terbaik. Dasarnya adalah marketing beorientasi pd value atau sesuatu yg bernilai, itu bisa optimal krn konsumen punya bargaining position (posisi tawar) yg kuat...psh kan butuh konsumen u beli, nah kalau dlm politik masyarakat sadar hak dan tau nilai suaranya u/ perbaikann tatanan kehidupan politik, mau peduli u menilai dg sungguh2, tidak mau menggadaikan suaranya dg transaksi murahan, maka akan kuat juga posisi tawar masyarakat. Dibutuhkan semua komponen masyarakat u/ bergerak bersama dalam suatu cita2 luhur memilih pemimpin yg terbaik. Masyarakat harus bisa mengakses informasi yg benar dan cepat....bisa dimanfaatkan media teknologi atau anak2 muda yg jd penggerak perubahan. Mdh2an yg berkualitas dan berintegritas yg menjadi pemimpin kita kelak...yg mampu mengemban amanat politik sesungguhnya. ...menjadikan masyarakat yang madani...

Haruskan Perempuan Memilih Perempuan? Oleh :Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE., MM

Salah satu hal yang dianggap menjadi potensi suara bagi calon pemimpin perempuan adalah komposisi pemilih yang lebih banyak perempuan. Benarkah perempuan akan selalu memilih pemimpin perempuan?, bisa ya bisa tidak.

Kapan perempuan akan memilih perempuan? Kapan perempuan memilih bukan perempuan?. Jawabannya sederhana, bukan hanya gender yang jadi dasar memilih, tetapi adalah seberapa besar nilai yang ditawarkan calon pemimpin tersebut kepada kelompok pemilih perempuan, tetapi tentu saja kita harus logis berpikir bahwa seharusnya kesamaan gender membuka peluang lebih besar untuk memahami nilai-nilai yang diinginkan oleh para pemilih perempuan kan?.

Apa itu nilai dan apa saja yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan nilai agar semakin besar kemungkinan perempuan tertarik untuk memilihnya?

Nilai sebagai dasar bertindak pemilih, barometer nilai ada didalam diri setiap orang. Pembentukan nilai didasarkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti motivasi, pandangan hidup dan lainnya. Serta hal-hal yang bersifat eksternal misalnya informasi tentang kesetaraan gender, keperpihakan politik terhadap perempuan, keadaan perempuan dalam kehidupan bernegara dan lainnya yang berorientasi pada hal yang terjadi diluar diri pemilih perempuan tersebut, dan dikumpulkan sebagai informasi yang membentuk persepsi nilai dalam kelompoknya.
Misalnya, ketika perempuan sebagian besar masih sangat rendah pendidikannya dan kemampuan ekonominya disuatu daerah. Pemilih perempuan bisa saja berada diluar kelompok perempuan dengan pendidikan rendah maupun kemampuan ekonomi rendah atau bagian dari kelompok tersebut. Pemilih perempuan akan memiliki standar nilai yang relatif sama untuk isu-isu yang berhubungan dengan kondisi ini, untuk kelompok perempuan yang rendah pendidikan dan kemampuan ekonominya membutuhkan seseorang yang bisa menawarkan "solusi langsung" dan untuk perempuan yang tidak langsung menjadi kelompok tersebut akan membutuhkan seseorang yang "memiliki kepekaan terhadap pemberdayaan kaum perempuan". Siapa yang bisa menjadi ikon nilai ini? Seseorang yang bisa memperlihatkan dirinya sebagai pembawa dan pejuang nilai tersebut tentunya. Silakan pahami nilai-nilai lainnya yang harus terpenuhi.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan selain nilai adalah apa saja yang bisa membuat nilai-nilai tersebut dipersepsikan positif sehingga bisa meningkatkan kecenderungan perempuan untuk memilih atau untuk mendapat suara kelompok perempuan yaitu: "peran media", "aksi-reaksi terhadap isu dan peristiwa terkini" dan "momentum" serta "pesaing yang dihadapi". Pahamilah dengan benar dan tepat hal-hal tersebut sehingga semakin menaikkan nilai positif calon yang ingin memenangkan suara perempuan.

Peran media: media adalah kekuatan yang bisa mempenetrasi persepsi nilai. Gunakan dan kelola media dengan cerdas, sehingga bisa menyampaikan dengan tepat dan jelas kualitas nilai yang ditawarkan.
Aksi-reaksi terhadap peristiwa terkini: pahami komunikasi krisis untuk mengelola jargon dan isu politik dengan efektif.
Momentum: lihat momentum yang tepat, momentum melekat pada personal kandidat dan kondisi bermasyarakat secara umum. Kandidat yang bagus, tapi isu haus kekuasaan menjadi fokus masyarakat akan menjadi bumerang dan blumer politik yang bisa dimanfaatkan pesaing dalam menciptakan persepsi negatif.
Para pesaing politik: pesaing dalam perspektif ini bisa merupakan pesaing langsung dalam suatu pemilu yaitu kandidat lawan ataupun secara tidak langsung, yaitu kelompok-kelompok yang peduli terhadap nilai yang diinginkan tersebut, misalnya LSM, aktivis perempuan, atau program-program pemerintah. Semua harus dinilai dalam peluang kompetitif atau sinergis.

Penutup: perspektif pemasaran politik sebenarnya mengedepankan manfaat yang maksimal dari kebutuhan masyarakat atau pemilih. Pemahaman terhadap nilai-nilai manfaat akan diapresiasi sebelum dan setelah transaksi politik serta membentuk feedback dan berakhir pada akumulasi brandvalue bagi pelaku politik.

Jumat, 25 Maret 2011

akuku....

Akuku pada ruang dan waktu adalah goresan sejarah yang terpatri di relung sukma...tak kan bisa benar2 kupahami saat ianya terjadi, namun akan aku pahami pada saat ia adalah jejak yang tertinggal.
Aku yang terdiri dari sesal, syukur, asa dan ketakutan adalah sosok jiwa yang rapuh dalam ketegaran....yang jalannya tertatih tapi tanpa ketakutan.
Aku punya beribu senyuman untuk kuberikan, aku punya berjuta kata2 bijak untuk kusampaikan, aku punya sehamparan semangat untuk kusebarkan. Tapi aku juga punya begitu banyak ketidakberdayaan.
Dalam segala akuku...aku tetap butuh sosok yang menatap jauh disukmaku saat aku berkata "aku baik-baik saja".

Alvialwie....

Kamis, 24 Maret 2011

Semua kan fana akhirnya

Berbicaralah badai pada angin yang semilir
Kenapa tak tercabut jua akar padahal kutaklagi bisa lebih dasyat
Wahai badai...kenapa angkara saja yang ada dibenakmu....kenapa tak kau biarkan ia semakin kokoh dan aku bisa menghembuskan angin dengan perlahan...memberi kesejukan dan keindahan dalam gemulainya yang mempesona??....suatu saat dalam segala keindahan dan pesonanya ia juga akan tiada....

Minggu, 06 Februari 2011

menyapamu

ku mau menyapamu duhai malam
dengan suara terlirih yang kumiliki
walaupun kuharap kau mendengar inginku
ku tetap tak mau mengusik heningmu
biarlah dikau malam menyelusuri waktu
menemui pagimu pada detik yang pasti
aku hanya ingin menikmati dalam diamku..

alvi alwie @malang

Minggu, 19 Desember 2010

'dalam rasa'

Lirih semilir angin mengusik hening malam....
Aku yang diam terpaku dalam debar tanpa irama....
Seperti terpojok di sudut sepi yang tak terjamah....
Menghitung detik waktu dalam resah....

Ada apa dirasa ini....
Mengalir rindu yang bercumbu liar....
Seperti bocah di padang ilalang....
Berlari memacu langkah....
Terhenti menikmati simponi....
Lalu sepi memagut...entah sampai kapan.
Dimana kau sebenarnya rasa??

AlviAlwie 'dalam rasa'

Sabtu, 18 Desember 2010

Valuable Political Marketing(Perang Tak Berdarah 1)

Mana ada perang tak berdarah? ...
Bisa....
Kalau terpaksa harus berdarah?...
Sedikitlah...jangan bikin mati....

Tujuan perang tercapai dalam tataran :
1). Memenangkan peperangan
2). Kalah terhormat dan masih bisa menyusun kekuatan untuk perang berikutnya dengan peluang kemenangan yang lebih besar.
3). Mundur dan menutup ambisi untuk berperang.

Kesadaran akan akhir perjuangan menjadi motivasi kita untuk terus berbuat.... lakukan, evaluasi, lakukan, evaluasi...suatu siklus yg tak putus sampai kita angkat bendera putih karena berpindah pada tujuan hidup lainnya.

Perang yang dimaksud penulis disini adalah perang politik dalam artian perebutan kekuasaan secara politis, baik dalam tataran pilkada atau pemilu legislatif.
Subjek disini adalah calon konstituen politik.

PEMAHAMAN TERHADAP PERANG POLITIK

Yang namanya perang tentu memposisikan diri sebagai pihak yang siaga dengan kemungkinan konfrontasi atau kolaborasi.
Pelaku haruslah mampu untuk berpikir taktis dan strategis, karena kunci kemenangan terbesar politik adalah pada kesiapan mental untuk bertindak cerdas dan cepat dalam mengambil keputusan.
Sekali kita mendeklarasikan diri untuk terlibat perang politik, hindari sifat pesimis.
Sifat optimis tidak datang dari langit, tetapi
orang yang punya sifat optimis (memperkirakan sesuatu yang baik akan terjadi) akan hidup lebih lama, berjuang lebih keras, bahkan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang pesimis (orang yang suka memperkirakan sesuatu yang buruk akan terjadi), menurut pernyataan dari para ilmuwan Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, awal Maret 2009 (Andriewongso.com).

Sifat optimis adalah suatu akumulasi dari kesadaran pada potensi diri, apa maknanya? Keoptimisan muncul ketika kita harusnya sudah tahu seberapa besar daya peluru kita.

Dalam perang politik, daya peluru calon bisa bersumber pada:
1-Modal
2-Dukungan keluarga
3-Dukungan politik
4-Akses data dan informasi
5-Kekuasaan dan etika
6-Kepopuleran/citra diri
7-Dukungan sosial (putra daerah, tokoh agama, aktivis masyarakat, pembela kaum marjinal dan lainnya yang diterima lingkungan sosial)
8-Pemahaman strategi
9-Mental bersaing
10-Takdir (do'a)

MENGOPTIMALKAN PELURU POLITIK

Optimalisasi merupakan hal yang harus menjadi inti perjuangan politik. Optimalisasi berarti kemampuan untuk mencapai titik hasil yang paling mungkin dari peluru politik yang kita miliki.
Secara internal, optimalisasi berjalan melalui kemampuan kita meningkatkan titik keberhasilan dan memperkecil titik kegagalan.



Optimalisasi Modal Politik :

Modal politik diartikan sebagai dana dalam berpolitik. Modal politik dalam besaran apapun harus dipandang memiliki keterbatasan. Jika kandidat A punya modal 1 milyar, sedangkan kandidat lain punya modal 1,1 milyar maka dengan belanja politik yang dianggap sama modal 1 milyar menjadi keterbatasan. Lantas bagaimana kalau berbicara optimalisasi? Bisa saja penggunaan modal 1 milyar bisa lebih optimal daripada modal yang lebih besar.
Ada berbagai cara untuk untuk meningkatkan optimalisasi penggunaan modal politik, diantaranya :
1). Memahami dengan jelas belanja politik
2). Memahami penyedia belanja politik
3). Menetapkan pengambil keputusan dan penanggungjawab belanja politik
4). Fleksibilitas yang bertanggungjawab

Belanja politik secara garis besar dapat dijabarkan pada kontinum waktu proses politik. Kata kunci waktu membawa konsekuensi pada mahal atau murahnya dana yang harus kita keluarkan untuk berbelanja politik.
Ada satu statement yang layak dipertimbangkan, "semakin lama persiapan yang dilakukan akan semakin murah biaya yang dikeluarkan dalam meningkatkan nilai politik seorang pelaku politik". Kata kunci statement ini adalah strategi dan konsistensi (akan diulas pada bagian lain).
Apa saja yang dipahami sebagai belanja politik?, diantaranya adalah biaya perolehan perahu politik, biaya konsolidasi organisasi politik, biaya operasionalisasi tim sukses, biaya kampanye, biaya humas dan media, biaya hukum, biaya manajemen (termasuk konsultan). Biaya ini bisa dijabarkan lebih jelas secara proporsional sesuai dengan jangka waktu persiapan dan mekanisme pelaksanaan.
Pahami juga penyedia belanja politik serta aturan yang jelas untuk mengakses, tetapkan pihak yang jelas untuk mengambil keputusan pembelanjaan ini (dengan kriteria memahami, bisa mengambil keputusan dan informatif, ini bisa dilakukan oleh orang yang dipercaya atau pelaku sendiri), terakhir fleksibilitas yang bertanggungjawab harus dijadikan prioritas dalam hal ini karena politik adalah dinamika sosial yang harus dievaluasi dan dimaknakan dengan cepat dan tepat.


Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM
Doktor Pemasaran Politik dan Staff Pengajar FE Universitas Riau

Kamis, 02 September 2010

Tersenyumlah.....

Tersenyumlah... Awan hitam selalu menyimpan pelangi Begitupun Sang Penggenggam nyawa Dia selalu punya rahasia dan bijaksana untuk membuat dewasa makhluk-Nya.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Jumat, 27 Agustus 2010

SEKEPING UANG RP.5,-

Pekanbaru, 29 Maret 2009

Hari ini aku ngak ada kegiatan, hanya menyelesaikan urusan rumah dan bermain dengan anak2. Akhir bulan emang bukan waktu yang pas (terutama untuk kantong) buat ajak anak2 jalan2 keluar rumah...namanya juga kota besar, setiap keluar rumah pasti diiringi oleh mengalirnya rupiah.
Sambil nemanin anak2 bermain di kamar mereka, aku melihat sekeping uang Rp.25,- duh..anak2 sekarang, uang kok dibiarin...eh..waktu kutanyain apa jawab mereka...susah ma..ngak bisa beli apa2..lagian ngak diterima lagi untuk jajan.

Kok ya..tiba2 aku keingat sama uang logam lainnya, sekeping uang Rp.5,- yang pernah membuat aku menangis.. Kalau tidak salah, saat itu aku masih duduk dibangku SMP (sekitar tahun 84 atau 85).
Sejak smp aku memang sudah suka membaca majalah kartini yang menjadi langganan di rumahku, rubrik apa saja aku baca. Rubrik yang paling aku sukai adalah "setetes embun" yang diasuh oleh Titi Said. Nah..waktu itu aku membaca rubrik tentang perbedaan nilai uang Rp.5,- dan bagaimana sebenarnya rasa empati bisa membuat kita mampu berbagi tanpa mengurangi apa yang kita miliki.

Rubrik itu berkisah tentang seorang pedagang daun pisang dan seorang ibu2 di pasar beringharjo-yogyakarta. Saat itu si ibu penjual sudah kelihatan lemas karena sejak pagi sampai jam 11 siang belum ada satu ikatpun jualannya yg laku. lalu datanglah si ibu yang bermaksud membeli 2 ikat daun pisang . Harga yang ditawarkan adalah Rp.150,- untuk 2 ikat daun pisang. ibu pembeli yang kelihatan cukup senang ngotot menawar Rp.5,- sehingga mengharga 2 ikat daun itu Rp. 145,-

Penjual daun pisang yang sudah mbah2 mencoba mengetuk hati si ibu dengan mengatakan bahwa selisih harga itu adalah bagian dari keuntungannya yang tidak seberapa, tapi si ibu tetap menawar dan akhirnya sipenjual daun pisangpun menerima ...matahari sudah semakin tinggi, alhamdulillah ini bisa jadi pengisi perut keluargaku hari ini..gumamnya.
Transaksi terjadi, 2 ikat daun pisang berpindah tangan, si ibu menyorongkan uang Rp. 150,- dan menunggu kembalian Rp.5 dari si mbah. ketika sekeping uang Rp,5 itu diterima si ibu, entah kenapa uang tersebut terjatuh...menggelinding masuk kedalam selokan kotor...
dialog apa yang terjadi??:
ibu2 pembeli : yah..jatuh deh...(lalu pergi tanpa terlihat sedih)
mbah : coba ibu tadi tidak nawar, uang itu bisa untuk menambah makan keluarga kami.....

Aku terenyuh sekali membaca rubrik tersebut(plus air mata)...betapa berbedanya nilai uang bagi setiap orang yang ada..seandainya kita bisa tau bahwa apa yang tidak berarti bagi kita merupakan sesuatu yang berarti buat orang lain, pasti kita akan memilah2 dgn bijak untuk ngotot mempertahankan sesuatu.
Sure...sejak itu aku ngak pernah mau menawar apapun ketika berbelanja sayur mayur, rempah atau apapun pada pedagang kecil..aku selalu teringat dengan kisah diatas, manatau selisih harga yg tidak berarti bagiku adalah sesuatu yang sangat berarti buat si penjual......

Rabu, 25 Agustus 2010

Modul Manajemen Mutu

http://www.scribd.com/doc/36435927

SOSOK SUAMI IDAMAN (sumber : Ctt Putra Datuak Sinaro)

Wahai istriku, ku teringat sebuah kewajiban yang harus ku tunaikan sebagai seorang suami, sebagai seorang nahkoda dalam kapal kita, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga kita, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ......sebuah ayat dan hadist yang tak hanya sekali ku mendengarnya. Allah Ta’ala berfirman

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An Nisa :34)

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami pemimpin dirumahnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya”. ( HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah Bin Umar Radiyalallahu ‘Anhu)

Wahai istriku, ku akan berusaha menjadi suami yang baik, yang menyayangimu yang berusaha untuk berta’awun (saling tolong menolong) dalam kebaikan. Semoga aku bisa merealisasikan sebuah ayat yang tak jarang aku mendengarnya

” Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan "( Qs. Maidah : 2 )

atau ku bisa manjadi seperti seorang hamba yang Allah rahmati, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist

"Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu sholat dan membangunkan istrinya untuk sholat dan bila tidak mau bangun ia memercikinya dengan air diwajahnya dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu sholat dan membangunkan suaminya untuk sholat dan bila tidak mau bangun ia memercikinya dengan air diwajahnya"(HR. Ahmad, Ahlu sunan kecuali At Tirmidzi Hadist ini shahih)

Wahai istriku, ku akan selalu berusaha membuat dirimu senang, sebagaimana ku senang jika diperlakukan seperti itu. Diantaranya ku akan berusaha selalu tampil rapih, wangi dihadapan dirimu. Sebagaimana ku senang jika ku diperlakukan seperti itu.

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya"(QS.AL-Baqarah : 228 )

Wahai istriku, jika engkau melihat dari diriku rasa cemburu itu bukti rasa cintaku padamu. Yang dengan itu, aku berusaha menjaga dan mencintaimu, semoga dengan sebab kecemburuanku yang syar’i menjadi sebab terjaganya dirimu, ku ingin seperti Sa’ad bin Ubadah bahkan ku ingin seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Berkata Sa’ad bin Ubadah :“ Seandainya aku melihat seorang bersama istriku, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang yang tajam”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “ Apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku”(HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai istriku, engkau dalam pandanganku seorang yang sangat berharga bagi diriku, sosok yang luar biasa, ketaatanmu yang membuat diriku tambah mencintai dirimu. Engkau diantara anugrah yang terbesar yang Allah berikan kepada diriku, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“ Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah ” (HR Muslim)

Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda dalam hadist yang lain:

“ Barang siapa yang dikaruniai oleh Allah seorang wanita yang shalihah, berarti dia telah menolongnya atas separuh agamanya, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada yang separuh yang kedua “(HR Al Hakim dan dia berkata sanadnya shahih dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

Wahai istriku, kebaikanmu begitu besar kepada diriku, kasih sayang dan kelembutanmu, ketaatan dan kesetiaanmu, pelayanan dan pengorbananmu begitu terasa oleh diriku, wahai istriku, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan masukkanmu kedalam surga Nya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Bila seorang shalat lima waktu, puasa pada bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suminya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan "(HR.Ibnu Nuaim di hasankan oleh syaikh Al AlBani)

Wahai istriku, ingatkanlah jika suamimu keliru, jika ada hakmu yang terlalaikan, wahai istriku jangan engkau ragu untuk menasehati jika suamimu keliru, jika suamimu salah, wahai istriku ku ingin rumah tangga kita dibangun diatas saling menasehati didalam ketaatan kepada Allah, karena atas dasar inilah agama kita dibangun. sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Agama itu adalah nasehat” (HR Muslim)

Wahai istriku, ku ingin hubungan kita dibangun atas saling percaya dan saling berkhusnudzan (berberbaik sangka) satu dengan yang lainnya, karena dengan sebab inilah akan menutup celah hal-hal yang akan menimbulkan hubungan kita tidak harmonis.

Wahai istriku, sebagai seorang suami ku ingin mengajarkan perkara agama kepada dirimu, tentang permasalahan tauhid, sholat, puasa dan permasalahan agama yang lainnya, atau mari kita bersama-sama pergi kemajelis ilmu yang membahas perkara agama dengan pemahaman yang benar, karena hal ini adalah diantara kewajibanku sebagai seorang suami, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At Tahrim:6)

Wahai istriku, ku akan melangkahkan kaki ini, mengerahkan tenaga mencari rezeki yang halal yang Allah tetapkan untuk diriku, sebagai tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi anak dan istrinya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya “ (QS. Ath-Thalaq : 7)

Wahai istriku, ku akan selalu berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik dengan dirimu, dengan kelembutan dan kasih sayang, dengan tutur kata yang sopan dan etika yang baik, dengan mendengar dan menghargai pendapatmu, dengan membantu dan meringankan pekerjaanmu, dengan bersikap yang baik dan menjaga perasaanmu, wahai istriku maafkan suamimu jika masih jauh dari hal itu, ku ingin berusaha berbuat yang terbaik untuki dirmu.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

"Kaum mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik ahklaqnya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada istrinya “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai istriku, ku ingin engkau akrab dengan kedua orang tuaku. Ku ingin mereka menyayangimu seperti anaknya sendiri, wahai istriku mulailah dengan berlaku lemah lembut kepadanya, membantu pekerjaannya, niscaya engkau akan disayang seperti anaknya sendiri.

Wahai istriku semoga Allah menjaga dan melanggengkan rumah tangga kita diatas ketaatan kepada Allah hingga akhir hayat kita, dan memasukan kita kedalam surganya.

customer value case

http://www.scribd.com/mobile/documents/11482402

Senin, 23 Agustus 2010

pku...230810

...aku ingin berlari....
hingga hilang pedih dan perih....
aku ingin hidup seribu tahun lagi...

Jumat, 20 Agustus 2010

KEPRIBADIAN, KONSEP DIRI, GAYA HIDUP, DAN PSIKOGRAFI

Kepribadian

Konsep kepribadian (personality) dibahas secara teoretis oleh para pakar melalui berbagai sudut pandang yang beraneka ragam, diantaranya menekankan pembahasan kepribadian pada pengaruh sosial dan lingkungan terhadap pembentukan kepribadian secara kontinu dari waktu ke waktu, serta menekankan pada pengaruh faktor keturunan dan pengalaman di awal masa kecil terhadap pembentukan kepribadian.

Tiga karakteristik yang perlu dibahas dalam pembahasan mengenai kepribadian adalah kepribadian mencerminkan perbedaan antarindividu, kepribadian bersifat konsisten dan berkelanjutan, dan kepribadian dapat mengalami perubahan.

Dalam mempelajari kaitan antara kepribadian dan perilaku konsumen, 3 teori kepribadian yang sering digunakan sebagai acuan adalah teori Freudian, Neo Freudian dan teori traits.

Teori Freudian yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud, mengungkapkan teori psychoanalytic dari kepribadian yang menjadi landasan dalam ilmu psikologi. Berdasarkan teori Freud, kepribadian manusia terdiri dari 3 bagian atau sistem yang saling berinteraksi satu sama lain. Ketiga bagian tersebut adalah id, superego dan ego. Teori kepribadian Neo-Freudian mengemukakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi pembentukan kepribadian manusia bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari hubungan sosial. Berdasarkan teori trait, kepribadian diukur melalui beberapa karakteristik psikologis yang bersifat spesifik yang disebut dengan trait. Salah satu tes yang dikenal adalah selected single- trait personality.

Dalam pemahaman mengenai berbagai karakteristik konsumen yang mempengaruhi perilaku mereka dalam melakukan pembelian, beberapa diantaranya adalah keinovatifan konsumen, faktor kognitif konsumen, tingkat materialisme konsumen, dan ethnocentrism konsumen.

Selain product personality, konsumen juga mengenal brand personality, di mana mereka melihat perbedaan trait pada tiap produk yang berbeda juga. Semua kesan yang berhasil ditampilkan oleh merek tersebut dalam benak konsumen menggambarkan bahwa konsumen dapat melihat karakteristik tertentu dari produk, kemudian membentuk brand personality.


Konsep Diri

Konsep diri adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri yang kadang-kadang akan berbeda dari pandangan orang lain. Konsep diri konsumen terbagi ke dalam 4 dimensi, yaitu bagaimana mereka sesungguhnya melihat dirinya sendiri, bagaimana mereka ingin melihat diri mereka sendiri, bagaimana sesungguhnya orang lain melihat diri mereka, dan bagaimana mereka ingin orang lain melihat diri mereka.

Bagaimana konsumen memandang diri mereka dapat menjadi dorongan yang kuat pada perilaku mereka di pasar sehingga pemasar dapat menggunakan konsep diri ini dalam merancang strategi pemasaran, misalnya dalam menciptakan merek atau produk baru.

Extended self merujuk pada kecenderungan seseorang untuk mendefinisikan dirinya sendiri berdasarkan kepemilikannya (possession). Kepemilikan yang dimaksud di sini tidak harus sesuatu yang besar, seperti rumah atau mobil, tetapi dapat berupa benda-benda kecil, seperti pigura. Penelitian memperlihatkan, konsumen cenderung untuk memilih produk atau merek yang sesuai dengan dirinya atau dengan apa yang ingin dicapainya sebagai manusia. Lebih banyak wanita daripada pria yang menganggap bahwa produk yang mereka gunakan mencerminkan kepribadiannya sendiri.

Pemasar sebaiknya mengembangkan citra produk sedemikian rupa sehingga sesuai dengan konsep diri yang dianut oleh konsumen. Meskipun konsep diri yang dimiliki seseorang bersifat sangat unik, ada kemungkinan konsep diri antar individu memiliki beberapa kemiripan.


Gaya Hidup


Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.

Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.

Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.

Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.


Psikografi

Psikografi adalah variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur gaya hidup. Bahkan sering kali istilah psikografi dan gaya hidup digunakan secara bergantian. Beberapa variabel psikografi adalah sikap, nilai, aktivitas, minat, opini, dan demografi. Analisis terhadap variabel-variabel psikografis telah banyak membantu pemasar untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan tertentu. Hal ini akan membantu penetapan strategi pemasaran agar sesuai dengan target konsumen.

Pengukuran psikografi dapat dilakukan dalam tingkat kespesifikan yang berbeda-beda. Pada satu sisi ekstrem terdapat pengukuran yang bersifat umum yang menyangkut cara-cara umum dalam menjalani kehidupan. Pada satu sisi ekstrem lainnya adalah pengukuran terhadap variabel secara spesifik.

Kebanyakan pengukuran yang dilakukan terhadap psikografis menggunakan variabel-variabel sikap, nilai, demografis dan geografis untuk mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu. Pengelompokan yang dilakukan terhadap wanita Inggris menurut gaya hidup yang dicerminkan dari kosmetik yang digunakan, tempat membeli, usia serta kelas sosial menghasilkan 6 kelompok konsumen yaitu self aware, fashion-directed, green goodness, conscience-stricken, dan dowdies. Pengelompokan lainnya dikenal dengan sistem VALS (6 kelompok), MONITOR Mindbase Yankelovich (8 kelompok), Analisis Geo-Demographis (PRIZM) (8 kelompok), dan Global Scan (5 kelompok).

Senin, 16 Agustus 2010

nanda cantikku,,,,Monday, August 10, 2009 at 1:30am

Catatan ini kubuat 1 th yl...tak trs bulan ini nandaku berulangtahun ke 14....lebih pintar dan ttp menjadi nanda cantikku


------------------
Anakku sayang,,,hari ini usiamu 13 th. Saat kau terlelap, bunda tatap wajah cantikmu,,,damai dalam tidurmu.
Kalau ditanya mau bunda,,,,seluruh dunia ingin bunda hadiahkan padamu.,,,sehamparan luas permadani kehidupan,,,,.

Anakku sayang,,,,bunda diamanahkan nanda oleh Allah, amanah untuk menjaga titipannya yang paliiiiing indah,,,amanah yg mampu membuat bunda tak putus mengucap syukur.....

Dalam hening malam ini juga,,,dihari pertama nanda menghirup waktu di usia ke 13 th, bunda meneteskan air mata bahagia,,,,memandang jauh kedepan menembus waktu diantara tatapan tak jemu pd wajah cantikmu,,,,,betapa selama ini nanda telah menjadi anugrah terindah dalam hidup bunda,,,

Happy birthday's my lovely daughter,,,,